Wirausaha CIRENG dan NUGGET untuk lansia


Oleh : Pakde Bagio

Upaya terus menerus agar para lansia mampu mandiri dilakukan Perwakilan Yayasan Gerontologi Abiyoso Kabupaten Jember. Hal ini dimaksudkan agar para lansia tidak tergantung kepada orang lain. Berbagai latihan ketrampilan diberikan agar mereka mandiri dengan wirausaha. Menurut Ketua Perwakilan Yayasan Gerontologi Abiyoso Kabupaten Jember H. Giman Supriatno, pengembangan kemandirian lansia akan berdampak kepada meningkatnya usia harapan hidup.

Dari sekian banyak pelatihan yang diberikan kepada para lansia, adalah membuat cireng dan nugget belum lama ini.

Cireng atau dapat disebut juga dengan Aci Goreng merupakan makanan ringan khas Sunda. Cireng termasuk ke dalam makanan strata menengah - kebawah. Menurut Erna Widayanti BW, pelatih pembuat makanan ini, cireng dapat dibentuk bermacam-macam dengan berbagai variasi isi. Ada sambel pecel, kedelai atau taucho, biasanya dijual untuk konsumsi murid-murid sekolah. Makanan ini cukup terkenal pada era 80-an, namun layak disantap keluarga terutama pada sore hari. Menemani kopi atau teh hangat.

Bahan :
400 gram tepung kanji
secukupnya garam
secukupnya merica bubuk
secukupnya bawang putih yg dihaluskan dan ditumis sebentar
secukupnya seledri cincang dan bawang daun cincang
secukupnya bumbu pecel

Bumbu masak Masako 1 bungkus

200ml air panas

Cara membuat:
* Campur tepung kanji dengan garam, merica, bawang putih

bubuk, daun seledri dan daun bawang hingga rata.

* Tuang air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga

adonan bisa dipulung dan dibentuk.

* Goreng hingga kecoklatan dengan api sedang.

Sedangkan nugget menurut pelatihnya, Imam Soebagio, adalah lauk yang sarat vitamin dan gizi. Dibuat dari bahan daging sapi, daging ayam atau ikan laut. Bahannya mudah didapat di sekitar kita dan cara penjualannya juga tidak sulit karena penggemarnya juga banyak.

Bahan :

Daging ayam 500 gram dicacah

Tepung roti/panir satu cangkir

Bumbu masak Masako 2 bungkus

Telor ayam 2 butir

Buah pala sebear kedelai (diuleg) beri air sedikit

Garam setengah sdt

Mrica ¼ sdt

Bawang putih 4 siun

Air setengah gelas (100 ml)

Tambahan : 1 telor dan panir untuk celupan akhir.

Cara membuat :

· Masukkan cacahan daging ayam dan bumbu dalam blender. Blender bahan jangan sampai terlalu halus halus.

· Hasilnya tuang dalam baskom, campurkan tepung roti dan air. Ukur tingkat kelemasannya, jangan terlalu lembek/cair atau terlalu kaku.

· Masukkan dalam plastik (sesuai selera). Kukus sampai matang (25 menit). Angkat, dinginkan.

· Iris sesuai selera. Masukkan dalam tepung roti, celupkan dalam kocokan telur, masukkan lagi dalam tepung roti/panir. Kemudin kukus selama 10 menit.

· Dinginkan. Goreng.

Kedua jenis makanan yang sangat digemari masyarakat ini sangat bagus untuk dikerjakan para lansia untuk dijual, karena prospeknya bagus. Keuntungannyapun sedikitnya dua kali lipat. Misalnya satu resep nugget membutuhkan modal Rp. 22.500 dan kalau dijual sedikitnya laku Rp. 40.000. Jadi setiap satu resep akan diperoleh keuntungan Rp. 17.500. Sedangkan untuk pembuatan satu resep cireng diperlukan modal Rp. 10.000 yang kalau dijual akan mendapat penghasilan Rp. 10.000 juga. Mari kita coba.

MASINIS PEMKAB JEMBER



Oleh : Pakde Bagio

Ternyata banyak juga yang membaca tulisan saya tentang kosongnya masinis Jember. Masih ingat ? Ibarat sebuah kereta api alias sepur, Jember dikendalikan lokomotif tapi tanpa masinis. Karena Bupati dan Wakil Bupati Jember dibebastugaskan sementara alias schorsing lantaran diduga terlibat korupsi dan tengah menjalani pemeriksaan pengadilan. Padahal kedua pejabat inkumben itu belum genap 50 hari memegang tampuk pimpinan sebagai orang nomer satu dan nomor dua Kabupaten Jember.

Sementara Kusen Andalas yang Wakil Bupati masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Jember, MZA Djalal yang Bupati sudah dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Surabaya. Karena kata Undang Undang, Jaksa (JPU) tidak bisa banding maka langsung kasasi. Jabatan Bupati-pun tidak serta merta dipegang kembali oleh MZA Djalal, menunggu proses hukum lebih lanjut.

Maka kabupaten Jember yang diibaratkan kereta api dengan banyak penumpang, dihela lokomotif, tetapi tanpa masinis. Hiruk pikuk masyarakat Jember yang cuacanya dingin karena diguyur hujan setiap hari, menjadi hangat lantaran pro dan kontra jabatan masinis. Ada yang menghendaki MZA Djalal segera dilantik karena di vonis bebas. Ada pula yang menginginkan cukup diganti Plt (Pelaksana Tugas) saja, yang saat ini dijabat Sekkab Soegiarto. Tetapi ada yang menghendaki penunjukan Pj (Penjabat) Bupati karena saat ini sedang ramai-ramainya pembahasan APBD 2011.

Yang selalu membuat situasi hangat Jember ternyata adalah para politisinya. Termasuk pendukung yang pro dan yang kontra. Padahal masyarakat awam hanya menghendaki Jember ada pemimpinnya, ada masinisnya. Yang bisa mengatur kapan kereta bisa melaju cepat, kapan harus memperlambat jalannya, kapan menaik-turunkan penumpang atau kemana kereta akan dibawa.

Masinis Soewardi.

Pertemuan Karang Werda Jember Permai I di Kelurahan Sumbersari, Jember, Sabtu (11/12) ikut meramaikan pembicaraan mengenai masinis yang dibutuhkan Jember. Maka mereka beramai-ramai mendorong agar Haji Soewardi mau jadi masinisnya Pemkab Jember.

Haji Soewardi adalah warga Karang Werda Jember Permai I yang pensiunan masinis kereta api milik PJKA. Karuan saja lansia Soewardi ini hanya terkekeh-kekeh mendengar tawaran itu. Padahal selain 35 tahun menjadi masinis kereta api, lansia Soewardi ini adalah imam mesjid ”As Salam” Kelurahan Sumbersari. Sepanjang pertemuan Sabtu itu Haji Soewardi terbahak-bahak saja melihat celotehan teman-teman lansianya. Sebab jadi masinis Kabupaten Jember beda dengan masinis sepur alias kereta api.

Senin (13/12) malam terdengar berita. Siangnya, Kepala Irwilprov Jawa Timur Teddy Zarkazi dilantik kembali sebagai Pj Bupati Jember oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Dikatakan lagi karena Teddy Zarkasi sebelumnya pernah menjabat sebagai Pj Bupati Jember saat masa tugas MZA Djalal berakhir sambil menunggu pelantikannya kembali setelah memenangkan pemilukada 2010.

Teddy tidak asing bagi masyarakat Jember karena pernah menjadi masinis Pemkab Jember walaupun hanya sebulan. Teddy juga punya banyak teman di kota ini. Maklum Teddy adalah dikenal sebagai aktivis saat menjadi mahasiswa Fisip Universitas Jember.

Suka atau tidak suka, ini adalah policy untuk melanjutkan menata kota dan membangun desa, khususnya menyongsong tahun anggaran 2011. Mudah-mudahan Teddy bisa membawa gerbong kereta api yang bernama Kabupaten Jember ini menuju stasiun yang tata tentrem kerta raharja. Teddy sebagai birokrat barangkali lebih layak menjadi masinis Jember ketimbang pensiunan masinis Haji Soewardi yang sudah lansia.

JEMBER-KU, BAGAI SEPUR TANPA MASINIS


Oleh : Imam Soebagio

Mendung kembali menyelimuti langit Jember. Hari hari kemarin mendung itu diakibatkan perubahan cuaca karena global warming (pemanasan global). Maka hujan sering turun walaupun salah mongso. Mungkin mendung itu akibat hembusan abu dari Gunung Semeru atau Gunung Bromo. Atau kiriman wedus gembel dari Merapi. Masyarakat menganggapnya mendung itu adalah fenomena alam biasa. Namun mendung yang tiba-tiba datang Kamis (18/11) sangatlah mengejutkan. Mendung yang menyelimuti Jember sore itu adalah berita pemberhentian sementara Bupati Jember MZA Djalal dan Wabup Kusen Andalas. Mendung di langit Jember semakin pekat, karena tenggang waktunya sampai perkara keduanya diputus pengadilan kelak. Dan selama itu Jember tidak dipimpin Bupati dan Wakil Bupati definitif.

Ada yang mengibaratkan, Jember bagaikan kereta api yang dihela lokomotif tapi tanpa masinis. Padahal dinamika masyarakat yang majemuk bak penumpang kereta api itu butuh masinis yang selalu siap. Apa boleh dikata, penetapan pembebasan sementara Bupati dan Wakil Bupati oleh Mendagri sudah sesuai dengan mekanisme yang ada, kata Wagub Syaifulah Yusuf. Padahal keduanya belum genap 50 hari dilantik Gubernur Jawa Timur.

Dikatakan tanpa masinis, karena masinis kereta api yang bernama Jember ini, masih jadi polemik. Berkaitan dengan pembebasan sementara Bupati dan Wakil Bupati, Gubernur Jawa Timur menunjuk Sekkab Soegiarto sebagai Plt (Pelaksana tugas). Maksud Gubernur Soekarwo agar pemerintahan dan pelayanan masyarakat tidak terganggu.

Di sisi lain, DPRD Jember mengharap agar ditetapkan saja Pjs (Pejabat sementara). Persis seperti saat Soegiarto diangkat sebagai Plt kemudian digantikan Kepala Inspektorat Provinsi Jawa Timur Zarkasy ketika masa tugas Bupati dan Wakil Bupati Jember berakhir sampai keduanya dilantik kemudian.

Untuk itu dalam waktu dekat pimpinan DPRD dan Sekkab Jember akan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri agar untuk pelaksanaan pemerintahan di Jember tidak salah langkah.

Sangat disayangkan..

MZA Djalal diberhentikan sementara berdasarkan SK Mendagri yang ditandatangani Mendagri Gamawan Fauzi nomor : 131.35.910 Tahun 2010 tanggal 9 Nopember. Sedangkan Kusen Andalas diberhentikan sementara berdasarkan SK mendagri nomor : 132.35.911 Tahun 210 pada tanggal yang sama.

Untuk diketahui, MZA Djalal diduga terbelit kasus korupsi sebesar Rp 459 juta dalam proyek pengadaan mesin daur ulang aspal saat menjabat Kadis PU Bina Marga Provinsi Jatim tahun 2004. Sebelum MZA Djalal terpilih sebagai Bupati Jember. Saat ini perkaranya tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya. Pada masa MZA Djalal memimpin Jember 2005 – 2010, masalah ini tidak terdengar di pengadilan.

Kusen Andalas menjadi terdakwa kasus korupsi dana operasional DPRD Jember Rp 754 juta yang perkaranya tengah disidangkan Pengadilan Negeri Jember. Saat itu Kusen Andalas masih menjadi Wakil Ketua DPRD Jember, sebelum diangkat sebagai Wakil Bupati Jember. Ketika menjabat sebagai Wakil Bupati Jember, perkaranya juga tidak tersentuh pengadilan.

Pemilukada Jember diselenggarakan 7 Juli 2010. Ada empat pasangan yang maju. Perhelatan ini menghabiskan biaya Rp. 33 miliar yang menghantar pasangan MZA Djalal dan Kusen Andalas memperoleh suara 58,37 persen. Dalam pemilukada tersebut warga yang tercantum di DPT adalah 1.714.548 orang. Yang hadir hadir ke TPS sebanyak 972.822 orang.. Sedangkan yang dianggap tidak sah sebanyak 25.449 suara.
Masyarakat terkejut, tetapi masalah yang berkaitan dengan korupsi memang seharusnya diselesaikan di pengadilan. Keterkejutan itu bukan saja karena duet pasangan inkumben ini belum genap 50 hari memimpin Jember. Tetapi karena dana yang sangat besar dikeluarkan untuk membiayai perhelatan lima tahunan ini, seakan sia-sia. Yakni Rp. 33 miliar. Ini belum termasuk biaya yang dikeluarkan oleh empat pasangan yang berlaga masing-masing.

Mendagri Gamawan Fauzi bahkan sangat menyayangkan kalau setiap pemilukada menghabiskan uang banyak. Padahal masih banyak masalah yang dihadapi oleh pemerintah kabupaten. Seperti pengentasan kemiskinan, pengangguran yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, pemerataan pendidikan sampai masalah klasik lainnya yang bisa menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Serahkan saja.

Seorang pensiunan, Pak Diro dari Sumbersari menyayangkan masalah pemberhentian sementara bagi Bupati MZA Djalal dan Wakil Bupati Kusen Andalas. Tetapi dia memberikan apresiasi kepada penegak hukum untuk menyelesaikan perkara ini melalui jalur hukum. ”Serahkan saja kepada Pengadilan”, katanya lagi.

Sesegara mungkin dan tidak terhenti. Ini juga memberi kesempatan kepada MZA Djalal dan Kusen Andalas untuk bisa lebih konsentrasi menghadapi persidangan. Tidak ada yang patut dikuatirkan jika kedua pemimpin itu merasa tidak bersalah. Toh, kalau nantinya diputus tidak bersalah, maka jabatannya akan diterima kembali. Pak Diro juga tidak mempermasalahkan Jember dipimpin Plt atau Pjs, yang penting urusan kesejahteraan masyrakat dapat tertangani.

Dilaporkan, masih banyak persoalan yang harus diselesaikan secara serius dalam waktu dekat ini oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Mulai dari penyelesaian seperti predikat Jember yang tiba-tiba masuk kategori miskin, tidak dibayarkannya TPP (Tunjangan Profesi Pendidikan) yang nilainya miliaran rupiah, pengangkatan Kepala Sekolah yang ditengarai ada permainan dan tidak sesuai dengan Kepmendiknas, terkatung-katungnya masalah pensiunan yang lamban, PKL, penerbitan Kartu Keluarga yang lamban dan banyak lainnya.

Harapan masyarakat cuma satu. Sesegera mungkin kereta api ini punya masinis untuk memimpin Jember sampai ke stasiun tujuan. Tidak ragu-ragu, tidak takut salah atau selalu khawatir tidak berada dalam naungan payung hukum yang semestinya. Mencapai cita-cita terbina, Jember yang tertib, bersih, indah dan aman. Semoga.

KURANGI MENGKONSUMSI GARAM


Oleh : Pakde Bagio

Menurut Sekretaris III PSIK (Program Studi Ilmu Keperawatan) Universitas Jember Ns. Siswoyo, S.Kep, sudah tiba saatnya merubah pandangan bahwa lansia adalah gudangnya osteoporosis, asam urat atau hipertensi dan gudangnya segala penyakit. Menjadi tanggung jawab kita bersama terutama oleh akademisi merubah pandangan itu, untuk menjadikan lansia ceria, mandiri dan produktif. Kuncinya adalah sehat, katanya lagi.

Hal itu dikemukakan Siswoyo ketika membuka seminar kesehatan ”Menuju Sehat di Usia Senja Dengan Kemandirian” bertema ”Peningkatan Manajemen Terapeutik : Upaya Preventif Terhadap Hipertensi dan Diabetes Melitus oleh mahasiswa PSIK. Acara diselenggarakan Minggu (5/12) bertempat di Gedung PKM Kampus Universitas Jember diikuti oleh 97 orang lansia .

Menurut pemateri Deny Fitria, banyak cara untuk mengendalikan hipertensi yang lebih dikenal dengan nama penyakit darah tinggi. Selain berolah raga secara teratur, menghindari alkohol dan mengurangi kegemukan. Namun demikian ada hal yang harus diingat terutama saat usia mulai lanjut, yakni mengurangi konsumsi garam.

Bagi yang memiliki tekanan darah 159/90-99, sehari maksimal satu sendok teh. Bagi yang memiliki tekanan darah 160-100-109 seyogyanya makan garam paling banyak setengah sendok teh. Sedangkan yang mempunyai tekanan darah 180/110 seyogyanya hanya mengkonsumsi seperempat sendok teh garam.

Deny Fitria menganjurkan untuk mengendalikan hipertensi seyogyanya dilakukan kegiatan relaksasi, seperti meditasi atau melakukan terapi tawa.. Pada kesempatan itu peserta seminar diajak melakukan terapi tawa yang dipandu oleh Eka Windiya. Praktek terapi yang terdiri dari 14 jurus cukup membuat para peserta seminar bergembira bahkan berkeringat. Sementara itu senam kaki untuk menghindari Diabetes Melitus dipandu oleh Fitri Dwi Kartika.

Disisi lain para penderita Dibates Melitus oleh nara sumber Fitria Mustofiyah dianjurkan untuk melakukan senam kaki. Disamping menghindari asupan yang bisa memperparah penderita. Senam kaki bagi lansia penderita Diabetes Melitus antara lain bertujuan untuk memperlancar sirkulasi darah, memperkokoh otot-otot kecil, otot betis dan kaki serta mengatasi keterbatasan gerak sendi.

Acara ditutup dengan makan pagi berupa makanan sehat bagi lansia yang dianjurkan untuk asupan para lansia.

Selamat Tahun Baru 1432 Hijrah