Marah Itu Menyakitkan

Oleh : Imam Soebagio

Sebenarnya semakin lanjut usia seseorang, hobi marah seyogyanya sudah harus
dikurangi. Tidak seperti Gatot, teman Bagus. Hobinya marah. Kalau marah, terkadang bicaranya suka “menyakitkan” telinga teman bicaranya.

Gatot menyadari kalau hobi dan kebiasaannya kurang bagus. Dia merasa, kalau kelak pensiun, Gatot pasti akan disingkiri teman-temannya. Itu artinya, kelak Gatot tidak akan punya teman.
Suatu hari Gatot minta nasehat Bagus. Gus, kamu tahu kan sifatku, kata Gatot memulai pembicaraan. Bagaimana caranya menghilangkan sifatku itu, tanya Gatot serius.
Gampang, kata Bagus. Kendalikan amarahmu, hindari cara bicaramu yang bisa menyakitkan teman bicaramu, jawab Bagus. Caranya, tanya Gatot lagi. Gampang. Ikuti terapiku.
Begini Tot, setiap kamu marah, tancapkan sebuah paku dengan amer di kandang sapimu. Dalam sebulan, ada berapa paku yang tertancap di tiang kandang sapimu. Sebulan kemudian Gatot melapor kepada Bagus. Dalam sebulan Gatot menancapkan 25 paku di kandang miliknya. Berarti dalam sebulan, Gatot marah 25 kali.
Sesudah itu bagaimana, tanya Gatot kepada Bagus. Dengan sabar Bagus memberikan terapinya untuk bulan kedua. Nah, pada bulan kedua ini, setiap kamu marah, cabut satu persatu paku yang sudah kamu tancapkan. Dengan patuh Gatot melakukannya.
Pada akhir bulan kedua, Gatot melapor kepada Bagus. Gatot sudah melakukan terapi yang disarankan Bagus.
Gus, apa yang saya lakukan pada bulan ketiga, tanya Gatot. Hal itu ditanyakan Gatot setelah melaporkan bahwa dalam sebulan terakhir dia marah sebanyak 25 kali. Dengan demikian maka paku-paku pun sudah tercabut.
Bagus mengatakan kalau masuk bulan ketiga tidak ada tugas lagi untuk Gatot. Bagus hanya berpesan demikian.
Tot, pada bulan pertama kamu telah melukai tiang kandangmu. Pada bulan kedua, kamu telah mencabut paku di tiang kandangmu. Kamu tahu, yang tersisa di tiang kandangmu adalah luka. Luka yang tak akan tersembuhkan, walau pakunya sudah kau cabut. Sama halnya dengan kemarahanmu dan ucapanmu yang kurang bagus, tak akan terlupakan bagi orang lain, sebab melukai. Menyakitkan.

0 komentar:

Posting Komentar